Monday, October 17, 2011

mari ke kuching ...

ke kuching, malaysia melalui darat mungkin merupakan salah satu perjalanan yang menyenangkan untuk saya pribadi. karena kebetulan sedang di kalimantan barat, maka saya menyempatkan diri untuk ke kuching via darat. sedikit nekat karena kami pergi hanya berdua. saya dan mbak tini pun tidak berencana berlama-lama di kota ini. menginap semalam saja, dan kemudian kembali ke pontianak.

hal pertama yang harus dilakukan adalah memesan tiket bus malam yang akan membawa kami ke kuching. cukup banyak jasa bus malam yang ada, mulai dari yang negeri (damri) sampai beberapa yang swasta sehingga cukup kompetitif harganya dan rata-rata sama saja. kami pergi dengan armada bus yang disediakan oleh PT Setia Jiwana Sakti (SJS). ada dua kelas, executive dan super executive. untuk yang kelas executive, harga satu kali perjalanan (bukan pulang pergi) adalah IDR180K (MYR70). sedangkan untuk kelas super executive adalah IDR230K (MYR80). akan lebih aman jika tiket pulang juga langsung di pesan. yang membedakan bus kelas executive dan super executive adalah banyaknya kursi di bus (yang berpengaruh kepada seberapa jauh kursi dapat diset untuk reclining pada waktu tidur). 

untuk kelas executive, jumlah kursi ada 36 dengan setiap row-nya dua di kanan dan dua di kiri. sedangkan untuk super executive, jumlah kursinya 19 satu di kiri dan dua di kanan (di belakang supir) untuk setiap row-nya. besarnya bus sendiri sama, dengan disediakan toilet kecil di belakang.


kami berangkat dari tempat pembelian tiket di Pontianak pada pukul 21.00. sebelum meninggalkan Pontianak, kami dipinjami selimut karena AC bus akan menyala terus, bahkan sampai ketika kami menunggu perbatasan dibuka pada pukul 6 pagi waktu Malaysia (5 pagi WIB). kami sampai di Entikong pada pukul 4 pagi, sehingga waktu yang tersisa dipergunakan oleh supir dan kenek bus untuk memberikan pengarahan agar kami jangan sampai terpaksa menunggu rombongan TKI yang sedang arus balik dari Indonesia. kebetulan kami pergi pada minggu pertama setelah Idul Fitri, sehingga memang banyak TKI yang kembali ke Malaysia untuk bekerja.


di Entikong, kami langsung mengantri untuk menuju loket Imigrasi dan begitu keluar dari Imigrasi Indonesia kami langsung berjalan kaki menuju Imigrasi Malaysia yang jaraknya kurang lebih 500m. jalan kaki ya ... jangan menunggu ada instruksi untuk naik bus lagi. di Tebedu (daerah Imigrasi Malaysia), pintu gerbang belum dibuka karena memang yang di Indonesia baru di buka (ketika pertama dibuka langsung mereka yang menunggu di gerbang berlarian menuju loket yang hanya dua). tetapi karena sebagian besar masih mengantri, maka yang mengantri di pintu gerbang imigrasi Malaysia masih sedikit. model mengantri di Malaysia lebih teratur sedikit karena melalui railing seperti masuk stadion (tidak seperti di Imigrasi Indonesia yang tidak ada petunjuk arahnya).


perjalanan menuju kota Kuching memakan waktu kurang lebih 3 jam karena pada pukul 9 waktu setempat kami sudah sampai di Terminal Bus Batu 3 1/2. terminalnya kecil, dan pada waktu itu kami tidak menemukan money changer resmi di dalam Terminal. kami harus sedikit berjalan ke luar untuk menukar uang rupiah. tetapi tidak perlu takut dengan transportasi, karena taksi rank ada di dalam terminal. walaupun ada argo yang berjalan, tetapi supir taksi akan tetap meminta MYR30 untuk sekali jalan dari terminal menuju hotel kami yang kebetulan terletak di dekat sungai Sarawak yang menjadi daya tarik dari kota Kuching. sepertinya sebagian besar taksi di kota Kuching menggunakan tarif yang sama, untuk jarak yang agak jauh di dalam kota sebesar MYR25 karena kami dikenakan biaya sebesar itu untuk kembali dari hotel menuju terminal.
perjalanan pulang kami mulai di pagi hari. pukul 9 kami sudah siap di terminal dan sebelum jam 12 waktu setempat kami sudah sampai di Tebedu. masuk ke Imigrasi Entikong kami harus melalui proses scanning barang bawaan terutama bagasi. rencananya akan dibangun x-ray khusus untuk bus, sehingga tidak perlu barang keluar dari bagasi bus dan kemudian dibawa kembali ke bus setelah diperiksa.


jika pada saat pergi kami dibekali snack ringan dan air mineral satu botol, maka pada saat kembali ke pontianak, sekitar pukul 2 waktu setempat kami berhenti di rumah makan tetapi belanjanya dengan dana sendiri. untuk yang punya sakit maag, ada baiknya sudah membekali diri di jalan. kami sampai di kota Pontianak sekitar pukul 7.


Saturday, September 10, 2011

equatorial monument

The Equator is an imaginary line on the Earth's surface approximately equidistant from the North Pole and South Pole and it divides the Earth into two Hemisphere - Northern and Southern Hemisphere. In few cities around the world, equatorial markers/monuments have been erected to attract tourists. However, these monuments have some controversy regarding correct location on the exact equator.

The Equatorial Monument in Pontianak, Indonesia erected in Jl. Khatulistiwa and open daily from 7.30 am to 4.30pm. You can contact the place through +62 561 881 643 (voice and fax). This Equatorial Monument was built in 1928 by the International Water Services Expedition Team led by a Dutch geographer, an expert in Dutch Water Services. Based on a 1941 record of V. en V by Opsiter Wiese derived from Bijdragentot de Geographe from Chep Van den Topographeschen dien in Nederlandsch Indie: Den 31 Sten Maart 1928 one international expedition led by a Dutch Geographer come to Pontianak to determine the point of equator line in Pontianak City. It was erected based on astronomical measurement i.e. they did not use satelite or GPS but only based on line and natural objects such as perceived pattern formed by prominent stars within apparent proximity to one another (constellation).

The first monument was made of four poles of Belian or Borneo ironwoods, each with  a diameter of about 0.30m. The frontage poles are about 3.05m high, and the backside poles are about 4.40m high. On the top of the poles, there is an arrow pointed the direction of north to south (latitude 0 degree). It has a flat circle with EVENAAR word on it which means THE EQUATOR (Dutch) on top and 109oo 20 minutes 00 seconds GMT. 20'0''0 LvGr at the bottow which means the spot is at east longitude 109.

Equator monument has several stages of refinement that starts from the year 1928 which perfected in 1930. It was then revised in 1938 by architect Silaban. In 1990-1991, the government decided to built a duplicate of Equator Monument as well as protective building with the shaped of dome that was launched on 21 September 1991 by the Governor of West Kalimantan, Parjoko Suryo Kusumo. The equator pass through several cities in West Kalimantan province, namely Sekadau, Nanga Dedai as well as several provinces in Indonesia, i.e. West Sumatra, Riau, Central Kalimantan, East Kalimantan, Central Sulawesi, Mollucas, and Papua. It crosses five countries in African continent (Gabon, Zaire, Uganda, Kenya, and Somalia), and four countries in Latin America (Ecuador, Peru, Colombia, and Brazil). In March 2005, there was an effort made by the BPPT (The Agency for the Assessment and Application of Technology) in cooperation with the Municipal Government of Pontianak City to adjust the position of the equator with the monument and came up with a result of approximately 117m differences toward the south of Equator from the original erected monument.

The earth rotates on its axis (rotation) and evolve around the sun (revolution) with a period of one year (365, fourth day). In a year, the sun crosses the Equator twice, from March 21 to 23 when it moves towards the north and from 21 t0 23 September when it moves towards the south. Culmination is an event, where the sun is in a direct line with the Equator. At that day, the sun is in line with the Equator. There will be no shadows of the monument and other things around the monument, which indicates that the monument lies on 0 degree latitude. When the sun is at the center of meridien around March 21 to 23, it is called Vernal Equinox or early spring. And when it happens on September 21 to 23, it is called Autumn Equinox or early fall.

pontianak, second time around

this is the second time i'm in pontianak. the first one was in 2009. sudah lupa kalau dari jakarta ke pontianak hanya memakan waktu 1 jam 15 menit. sepertinya pesawatnya tidak besar. hanya 20an row. saya kebetulan duduk di kursi nomor 8, dan itu sudah tepat di pintu darurat. and this is also the second time i was sitting at the emergency exit door area. the first was in small airplane from amsterdam to geneva. ga lama ternyata penerbangannya. dan terus terang saya sudah lupa kalau bandaranya bernama supadio :d.

kali ini kami menginap di hotel orchardz di jl. gajah mada no. 89. hotelnya lumayan bagus. tapi saunanya hanya untuk mereka yang y chromosome :(. (why oh why ...) menu sarapannya tidak terlalu variatif, ada fasilitas internet gratis dengan menggunakan password dan user name dinamis yang bisa didapat di reception desc. ketika saya minta, pihak hotel memberikan tiga voucher yang masing-masing untuk tiga jam. tetapi kecepatannya terbatas sekali. harus extra patience ya kalau mau buka e-mail saja.

Saturday, July 09, 2011

si anak hilang

kejadian lagi. si anak hilang pulang ke rumah dan nggak ketahuan pernah meninggalkan rumah :). mungkin karena punya empat saudara dan saya yang sering ke luar rumah dan tidak memberikan laporan lengkap, maka ketika saya tidak di rumah, pada tidak tahu akan hal itu.

waktu ke swedia yang sebentar itu, pas pulang ke rumah, saya kira rumah kosong tak berpenghuni. penerbangan yang cukup panjang di bulan Ramadhan (saya tetap puasa) diakhiri dengan keinginan besar untuk segera masuk toilet, tidak diimbangi dengan terbukanya pintu rumah dengan segera. tiba di rumah pukul 10 pagi, dan dihadapkan pada pintu masuk rumah (untung bukan pintu gerbang) yang tertutup. dengan sigap saya mencari kunci, dan begitu dimasukkan ke rumah kunci, walah ... tidak bisa dibuka. panik mulai melanda.
hal pertama yang dilakukan adalah menelepon rumah. berharap ada yang ada di rumah dan mengangkat. nihil!
hal kedua yang dilakukan adalah menelepon bapak karena mobil masih di rumah dan harapannya beliau masih di rumah. dan hal yang diharapkan berikutnya ada jawaban atas pertanyaan, 'bapak lagi dimana?'
ternyata eh ternyata yang muncul adalah pertanyaan (bukan jawaban) 'ini siapa?' dayum ... tidak diakui sebagai anak :((. kemungkinan besar nomor saya tidak disimpan di daftar telepon yang ada di telepon selularnya.
terpaksalah memperkenalkan diri, ini iin ... baru balik dari swedia ... (pembicaraan macam apa ini?!?)
barulah kemudian ada penjelasan bahwa 'pintu rumah diganti'.
halah ... sepertinya sengaja sekali ketika saya tidak di rumah, kunci pintu rumah diganti-ganti :(( pelajaran bagi mereka yang suka pergi dan tidak memberi tahu orang rumah.
tetapi tenanglah hajat itu terselesaikan tanpa perlu harus berkunjung ke rumah tetangga atau rumah pak RT. ternyata ada imel di rumah dan dia ketiduran karena habis sahur. tapi kan, sudah jam 10 ... dasar temannya batman!

memang ada kecenderungan dari dulu kalau saya menyebut nama dulu kalau menghubungi orang rumah. baik itu menghubungi melalui telepon selular atau telepon rumah. ketika sedang bertanya untuk memastikan seri printer di rumah, terjadilah percakapan dengan mak nyak:
'ini iin. minta tolong liat nomor seri printer yang di meja komputer ya. terima kasih'
teman yang mendengar langsung berkomentar 'ya ampun iin, sama nyokapnya sendiri ngomong formal banget! kaya' ngomong sama setjen! haha'
yeeeh ... giliran nggak nyebutin nama nanti ga diaku anak kaya' kejadian kunci diganti ... kan!

kali sebelumnya, pernah sewaktu mengambil nasi untuk makan malam, si bapak melihat dengan penuh tanda tanya ke saya, dan karena saya anak yang baik, tidak beranilah bertanya, 'nape liat-liat? ada masalah?' karenanya saya pergi ke lantai atas dan dalam perjalanan ke atas itulah terdengar pertanyaan bapak, 'itu iin ya?' gubrak?!? maksudnya apa??? memang muka saya udah sebegitu tuanya sampai beliau saja tidak mengenal saya? darah dagingnya sendiri? (eh ... terlalu yakin ya? ini masih dapat diperdebatkan. pada posting yang lain akan saya bahas tentang perdebatan ini)

kali lain lagi si bapak bertanya dengan nelangsa, 'iin mau kuliah lagi ya?' kenapa juga si bapak tiba-tiba saja mengajukan pertanyaan itu. pikir punya pikir, sepertinya saya juga kurang ajar tidak memberi tahu bahwa saya belajar karena memang hobinya belajar. bukan karena sedang mempersiapkan diri untuk kuliah doktorat di luar :p

demikianlah ... sedikit kisah tentang si anak hilang. tadi pagi pun, ketika saya pulang ke rumah karena semalam ada rapat di hotel sahid (mohon maaf saya lupa memberi tahu orang rumah lagi), si maknyak bertanya lagi, 'loh, kamu dari mana?'
'oh ya. lupa memberi tahu. semalam menginap di sahid karena ada rapat pembahasan.'
dan saya khawatir kalau besok saya pulang (karena malam ini pun masih akan menginap di sahid), orang rumah akan berteriak 'maling-maling' karena memang di rumah habis di renovasi dan sampahnya luar biasa banyaknya!

Thursday, July 07, 2011

kembali lagi ...

sudah berapa lama ya saya nggak nulis di blog ini? kalau mau dicari alasan, akan ada 1001 alasan saya nggak nulis. tapi kalau mau dicari alasan untuk menulis, akan juga ada 1001 alasan untuk melakukannya. tapi yang pasti, ada beberapa peristiwa yang semoga saja membuat saya menjadi lebih bijaksana dalam menghadapi hidup ini. hidup yang cuma sekali ini ...
sepertinya saya kurang sabar kalau membantu orang lain. seperti tadi sore. ibu yang duduk di sebelah saya, yang terkenal dengan pertanyaan tanpa hentinya, memulai perjalanan dengan membuka blackberry-nya. sampai saat ini saya tidak berminat untuk menggunakan blackberry karena ... ya sejuta umatnya (maaf ya para pengguna fanatik blackberry). tetapi tetap saja si ibu yang dari punya nokia sampai beralih ke blackberry ini selalu menyempatkan diri untuk bertanya mengenai cara mengoperasikan telepon selularnya setiap ada kesempatan duduk bersebelahan dengan saya. sewaktu nokia masih jaya-jayanya, saya masih bisa membantu beliau karena saya juga pernah menggunakan nokia. tetapi begitu si ibu beralih ke handset yang satu ini si ibu tetap keukeuh bertanya soal gadget nya ke saya. mungkin ada tato di tubuh saya yang terdeteksi olehnya yang bertuliskan 'terima serpis hape - melayani pertanyaan bentuk apa aja'. sejauh ini saya masih bisa memberikan jawaban yang benar (kurang ngerti juga kalau jawaban itu ternyata tidak akurat) dan si ibu biasanya puas. hal yang membuat saya agak tidak enak perasaan ada nada tinggi yang tiba-tiba muncul begitu dia mulai bertanya:
'bagaimana cara menyalakan yahoo messenger?'
'buka aplikasinya, dan klik aja'
'tapi saya ganti nama e-mail'
'oh, kalau begitu gunakan alamat e-mail yang baru'
'passwordnya apa ya?'
(mana saya tau? kan bukan saya yang buat) 'password account yang baru'
'jadi bukan password yang facebook ya?'
(mulai nyerah) 'coba aja semua'
'tapi ini namanya koq bolak balik nama yang lama kalau di ketik' (secara cookiesnya masih tersimpan)
'ketik aja jangan hiraukan yang biru-biru itu di bawah'
'wah nggak bisa. sepertinya salah password'
'coba lagi password yang lain'
'oh ya bisa. tapi koq nggak ada yang online?' (hya iyalah ... e-mail baru. belum punya teman)
'itu karena ini e-mail baru. jadi belum ada yang tau'
'oh gitu. ya udah chatting sama kamu deh sekarang'
'baik, bu. di invite dulu ya saya'
'sudah diinvite tapi koq belum masuk'
'ya karena saya belum approve. saya approve dulu ya.' (lah ... saya kan bukan penggemar ym. sekarang jamannya whatsapp, bukan?)
'oh ya ... sudah. terima kasih ya.'
'sama sama, bu. kenapa ibu ganti alamat e-mail?'
'ya itu lah ... saya juga bingung. (saya apa lagi, bu. nggak ada alasan tapi ganti e-mail).

mungkin saya tergolong kelompok manusia yang tidak menyukai banyak password. jadi ada satu password untuk semua kerahasiaan identitas. tapi nggak akan saya beri tahu kata kunci nya lah ... semua rahasia saya nanti akan terbuka ;-)

Tuesday, January 04, 2011

2011 handbook advice

got this from Claudia. thanks, galfriend :)

your health
  • drink plenty of water
  • eat breakfast like a king, lunch like a prince and dinner like a beggar
  • eat more foods that grow on trees and plants and eat less food that is manufactured in plants
  • live with the 3e's - energy, enthusiasm and empathy
  • make time to pray
  • play more games
  • read more books than you did in 2010
  • sit in silence for at least 10 minutes each day
  • sleep for 7 hours
  • take a 10-30 minutes walk daily ... and smile while you walk

personality

  • don't compare your life to others, you have no ideas what their journey is all about
  • don't have negative thoughts or things you cannot control; instead, invest your energy in the positive present moment
  • don't waste your precious energy on gossip
  • dream more while you are awake
  • envy is a waste of time; you already have all you need
  • make peace with your past so it won't spoil the present
  • no one is in charge of your happiness except you
  • realize that life is a school and you are here to learn; problems are simply part of the curriculum that appear and fade away like algebra class but the lessons you learn will last a lifetime
  • smile and laugh more

society

  • call your family often
  • each day give something good to others
  • forgive everyone for everything
  • spend time with people over the age of 70 and under the age of 6
  • try to make at least three people smile each day
  • what other people think of you is none of your business

life

  • do the right things!
  • get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful
  • God heals everything
  • however good or bad a situation is, it will change
  • no matter how you feel, get up, dress up and show up
  • the best is yet to come
  • when you awake alive in the morning, thank God for it
  • your inner most is always happy; so, be happy

Friday, December 24, 2010

country names in bahasa Indonesia

as i need to translate some names of countries, i think it will be better if i jot down a few here. just for my own reference :)

Afganistan

Afrika Selatan

Afrika Tengah

Albania

Aljazair

Amerika Serikat

Andorra

Angola

Antigua dan Barbuda

Antilla Belanda

Arab Saudi

Argentina

Armenia

Aruba

Australia

Austria

Azerbaijan

Bahama

Bahrain

Bangladesh

Barbados

Belanda

Belarus

Belau atau Palau

Belgia

Belize

Benin

Bermuda

Bhutan

Bolivia

Bosnia-Herzegovina

Botswana

Brasil

Brunei Darussalam

Bulgaria

Burkina Faso

Burundi

Cad

Cile

Cina atau China

Denmark

Dominika

Ekuador

El Salvador

Eritrea

Estonia

Etiopia

Fiji

Filipina

Finlandia

Gabon

Gambia

Ghana

Georgia

Grinlandia

Grenada

Guadeloupe

Guam

Guatemala

Guinea

Guinea Ekuatorial

Guinea-Bissau

Guyana

Guyana Prancis

Haiti

Honduras

Hong Kong

Hungaria

India

Indonesia

Inggris

Irak

Iran

Irlandia

Islandia

Israel

Italia

Jamaika

Jepang

Jerman

Jibuti

Kaledonia Baru

Kamboja

Kamerun

Kanada

Kazakstan

Kenya

Kepulauan Faeroe

Kepulauan Solomon

Kepulauan Virgin

Kirghizia atau Kirgistan

Kiribati

Kolombia

Komoro

Kongo

Korea Selatan

Korea Utara

Kosta Rika

Kroasia

Kuba

Kuwait

Laos

Latvia

Lebanon

Lesotho

Liberia

Libia

Liechtenstein

Lituania

Luksemburg

Madagaskar

Makau

Makedonia

Maladewa

Malawi

Malaysia

Mali

Malta

Maroko

Marshall (Kepulauan)

Martinik

Mauritania

Mauritius

Mayotte

Meksiko

Mesir

Mikronesia

Moldova

Monako

Mongolia

Montenegro

Mozambik

Myanmar

Namibia

Nauru

Nepal

Niger

Nigeria

Nikaragua

Norwegia

Oman

Pakistan

Palestina

Panama

Pantai Gading

Papua Nugini

Paraguay

Peru

Polandia

Polinesia Prancis

Portugal

Prancis

Puerto Riko

Qatar

Rep. Demokratik Kongo atau Zaire

Republik Cheska atau Republik Cek

Republik Dominika

Reunion

Rumania

Rusia

Rwanda

Sahara Barat

Samoa

San Marino

Santa Lusia

Sao Tome dan Principe

Selandia Baru

Senegal

Serbia

Seychelles

Sierra Leone

Singapura

Siprus

Slovakia

Slovenia

Somalia

Spanyol

Sri Lanka

Saint

Saint Vincent dan Grenadines

Sudan

Suriah

Suriname

Swaziland

Swedia

Swiss

Taiwan

Tajikistan

Tanjung Verde

Tanzania

Thailand

Timor Leste

Togo

Tonga

Trinidad dan Tobago

Tunisia

Turki

Turkimenistan

Tuvalu

Uganda

Ukraina

Uni Emirat Arab

Uruguay

Uzbekistan

Vanuatu

Vatikan

Venezuela

Vietnam

Yaman

Yordania

Yunani

Zambia

Zimbabwe